Forkom: Menjalin Silaturahmi Antara UKMF dan HIMA

Telah dilaksanakan Forkom (Forum Komunikasi) antara UKMF dan Himpunan Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Andalas di sekretariat BEM NM FHUA pada Jumat (24/5).

Forkom yang diselenggarakan BEM NM FHUA merupakan program kerja dari Kementrian Dalam Negeri dengan mengusung tema “Birokrasi Pusat Kegiatan Mahasiswa FHUA”. Acara ini dihadiri oleh beberapa perwakilan dari UKMF dan HIMA Fakultas Hukum Universitas Andalas.

Agenda Forkom meliputi pengenalan pengurus baru UKMF dan HIMA, follow up anggota Forkom, dan membahas permasalahan yang dihadapi UKMF dan HIMA, serta berupaya mencari solusi bersama sehingga dapat terjalin hubungan baik antara organisasi yang ada pada FHUA.

Menteri Dalam Negeri, Gerry Kurnia Dichi mengungkapkan “Tujuan dari Forkom itu sendiri guna meningkatkan silaturahmi antara sesama warga di PKM, dimana kita dapat membahas permasalahan yang ada di PKM, serta di dalam forum itu kita juga mencari solusi terkait permasalahan PKM bersama-sama dan diharapkan forkom ini dapat dibersamai oleh seluruh UKMF dan HIMA Fakultas Hukum Universitas Andalas”

Untuk harapan kedepannya agar terjadi peningkatan terkait jumlah anggota yang hadir serta bersama-sama merangkul seluruh UKMF dan HIMA untuk menghadiri dan menganggap acara ini sebagai suatu urgensi karena forum komunikasi ini berkaitan dengan internal mahasiswa FHUA sendiri.

Reporter : Syarif Agustinal

Editor : Bunga Syahrita

Menilik Visi, Misi, dan Program Kerja Bakal Calon Rektor Unand

Delapan bakal calon rektor Universitas Andalas periode 2019-2023 memaparkan visi, misi, dan program kerja pada rapat senat terbuka yang berlangsung Selasa (14/5). Bertempat di gedung Convention Hall Universitas Andalas, rapat senat terbuka dihadiri perwakilan Kemenristekdikti, anggota senat, panitia pelaksana selanjutnya disebut Panpel, civitas akademika Universitas Andalas dan perwakilan mahasiswa yaitu Presiden BEM KM Universitas Andalas.

Rapat senat terbuka diawali dengan pembukaan oleh Werry Darta Taifur selaku ketua senat dan berlanjut pada pembacaan teknis penyampaian visi, misi, dan program kerja masing-masing bakal calon rektor sesuai nomor urut. Masing-masing bakal calon diberikan waktu 15 menit untuk menyampaikan visi, misi, dan program kerja. Setelah itu, dibuka sesi tanya jawab dengan penanya yang terdiri dari anggota senat, dosen dan perwakilan mahasiswa oleh Presiden BEM KM Universitas Andalas.

Bakal calon rektor nomor urut 1, Tafdil Husni yang merupakan petahana kembali mencalonkan diri dengan mengusung visi menjadi universitas terkemuka dan bermatabat. Tafdil Husni yang sebelumnya pernah menjadi Dekan Fakultas Ekonomi menargetkan Universitas Andalas akan menjadi universitas yang terkemuka kedepannya.

Bakal calon rektor nomor urut 2, Yuliandri memaparkan visinya yaitu akselerasi menuju universitas terkemuka dan bermartabat melalui tata kelola kelembagaan dan kepemimpinan yang melayani. Yuliandri akan memfokuskan pada peningkatan kualitas akademik dan peningkatan sarana pendidikan.

Bakal calon rektor nomor urut 3, Hairul Abral mengusung misi menjadi universitas terkemuka dan bermartabat pada tahun 2028 dan menjadikan Universitas Andalas sebagai universitas yang berkelas dunia.

Henmaidi, sebagai pemegang nomor urut 4, juga mengusung visi akselerasi Unand menjadi universitas terkemuka dan bermartabat untuk kemandirian bangsa.

Nomor urut 5, Hefrizal Handra memaparkan visinya untuk menjadikan Universitas Andalas sebagai universitas terkemuka dan bermartabat, ia berjanji akan membenahi tata kelola universitas.

Selanjutnya, bakal calon rektor nomor urut 6, Novesar Jamarun mengusung visi terwujudnya pendidikan tinggi yang bermutu serta kemampuan iptek dan inovasi untuk mendukung daya saing bangsa.

Berikutnya, bakal calon rektor nomor urut 7, Munzir Busniah mengusung visi semangat kerja bersama menjadikan Unand PTN berbadan hukum menuju universitas terkemuka dan bermartabat dengan program utama penguatan pendidikan untuk generasi milenial Universitas Andalas.

Nomor urut terakhir, yaitu nomor urut 8 bakal calon rektor Defriman Djafri memaparkan visinya untuk menjadikan Unand sebagai next generation untuk Unand terkemuka dan bermartabat. Jika terpilih akan melaksanakan beberapa program kerja, salah satunya berupaya untuk peningkatan kerjasama dan komersialisasi.

Pada siang dilanjutkan dengan rapat senat tertutup. Berdasarkan susunan acara, dalam rapat senat tertutup ini akan dilakukan penyaringan bakal calon rektor yang semula delapan orang menjadi tiga orang. Setelah dilakukan penghitungan suara, maka ketua senat akan menetapkan tiga orang sebagai calon rektor Universitas Andalas periode 2019-2023. Selanjutnya, akan dilakukan penyerahan dokumen tiga orang calon rektor terpilih kepada Menteri Ristekdikti melalui perwakilan yang hadir.

Reporter : Alvio Senna Fahri dan Nurfitriani Yohannes

Tim Basket FHUA Banyak Mendulang Prestasi

Tim Basket FHUA kembali menjuarai Justicia Basket Ball Challenge (JBBC) beberapa waktu lalu. JBBC sebagai acara tahunan yang diadakan oleh Fakultas Hukum Universitas Andalas sejak tahun 2001, pada tahun ini diadakan tanggal 22 April sampai 01 Mei 2019 yang dibuka secara resmi oleh Busyra Azheri selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Andalas dan dihadiri oleh Wakil Dekan III, Kepala Tata Usaha, Kasubag Akademik, Presiden BEM NM FHUA dan tamu undangan lainnya.

Tim basket FHUA berhasil menorehkan kemenangan kembali di JBBC 2019, setelah tahun 2017 mendapatkan juara 1 dan tahun 2018 meraih juara 2. Tim basket FHUA juga memenangkan beberapa pertandingan basket seperti di fakultas kedokteran, fakultas kesehatan masyarakat, mendapatkan juara 1 dan 2. Pada tahun 2018, Tim Basket FHUA mendapat kesempatan mengikuti perlombaan basket di Bandung untuk kejuaraan se-Indonesia dan memenangkan juara 3.

Rahasia dari keberhasilan Tim Basket FHUA adalah kegigihan mereka untuk melakukan latihan rutin setiap malam senin dan kamis. Disamping itu, juga banyak orang-orang yang berjasa dalam keberhasilan Tim Basket FHUA yakni senior basket FHUA yang berperan sebagai pelatih.

Ketua Tim Basket FHUA Aulia Rahman mengungkapkan segenap harapan untuk JBBC dan Tim Basket FHUA kedepannya “JBBC kalau bisa untuk tahun depan tidak pindah dari GSG, kalau bisa tetap disana dan untuk Tim Basket FHUA selalu mempertahankan juaranya dari tahun ketahun, soalnya FHUA di Sumatera Barat terpandang karena basketnya”. Sebagai penutup Aulia Rahman juga memberikan semangat untuk Tim Basket FHUA “Semangat latihan dan selalu pertahankan juara dimana pun berada”.

Reporter : Wardatul Aqliyah

Semalam Bersama Studio Merah Wadah bagi Anggota Muda Untuk Berkarya

Jumat(3/5) telah diadakan acara Semalam Bersama Studio Merah di Museum Adityawarman. Semalam Bersama Studio Merah atau disebut SBSM 2019 mengusung tema “Manusia Tanpa Wajah” dengan konsep Kemanusiaan dan diangkat oleh anggota muda studio merah yakni peserta open recruitment yang telah melalui tahap seleksi.

SBSM 2019 menampilkan berbagai tampilan seperti tari tradisional, tari modern, tari kreasi, teater, drama komedi, pantomim, akustik, musik kontemporer, musikalisasi dan dramatisasi puisi serta pameran seni rupa dan galeri puisi. Acara yang terbuka untuk umum ini juga dihadiri oleh Wakil Dekan III Fakultas Hukum Universitas Andalas, Wakil Presiden BEM NM FHUA, Ketua DLM FHUA, serta para alumni Studio Merah.

“Semalam bersama studio merah merupakan proses bersama antara anggota aktif, anggota kehormatan maupun anggota istimewa dari studio merah dengan calon anggota aktif dari studio merah. Proses ini melalui beberapa waktu sebelumnya dan telah terlaksana hari ini, semoga penonton dapat menikmati acara semalam bersama studio merah” tutur Abdul Malik Zaky Repdemen, Koordinator Umum Studio Merah pada pembukaan Jumat (3/5) lalu.

Bagi Muhammad Raihan G selaku Ketua pelaksana SBSM 2019, “anggota muda diberi kebebasan untuk berkarya, jadi garapan-garapan tidak hanya diberikan kepada anggota tim tetapi kami juga diberi kebebasan untuk berkesenian” selanjutnya ia menuturkan, “persiapan acara ini terbilang singkat, hanya 3 minggu sebelumnya”.

Reporter : Zhilvia Assura

Turun ke jalan, AMPU paparkan PTN-BH dari sudut pandang mahasiswa

Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Unand (AMPU) pada Kamis (02/05/2019) kemarin, kembali melakukan aksi keduanya dalam rangka menolak kampus Unand menjadi PTN-BH. Aksi yang dimulai pada pukul 10.30 WIB yang bertempat di parkiran gedung E merupakan lanjutan dari aksi tolak Unand menjadi PTN -BH pada Senin (14/3/2019) lalu.


Mengusung tema “PTN-BH dari perspektif mahasiswa”. Pada dasarnya, tujuan aksi ini adalah untuk memaparkan informasi terkait PTN-BH berdasarkan perspektif mahasiswa dan relevansinya terhadap komersialisasi perguruan tinggi.


Ketua AMPU, Fauzi Fadlurrahman mengatakan “salah satu sasaran dari PTN-BH itu sendiri adalah mahasiswa. Cuma yang jadi permasalahannya adalah kebanyakan dari mahasiswa itu belum paham dengan impact dari PTN-BH itu, karena wacana yg beredar selama ini adalah PTN-BH dari sudut pandang kampus. Sekarang melalui aksi ini, kami berusaha untuk memaparkannya dari sudut pandang mahasiswa. Karena sangat irrasional sebenarnya ketika ada kebijakan di kampus yang sejatinya melibatkan mahasiswa namun mahasiswa sendiri tidak mengetahuinya.”


Sebelumnya pada kuliah umum bersama Irjen Kemenristekdikti Jamal Wiwoho, AMPU sudah melakukan aksi penolakan PTN-BH ini. Ketua percepatan PTN-BH hanya mengatakan akan mengadakan diskusi bersama mahasiswa perihal ini. Namun, setelah di follow up kembali tidak ada respon dari ketua percepatan terkait diskusi tersebut.


Adapun selain melakukan aksi turun ke jalan, AMPU juga berupaya menyampaikan kritikan nya melalui spanduk yang berdasarkan keterangan Fauzi (ketua AMPU) dipasang pada Rabu malam. Namun spanduk tersebut dicabut. Terkait hal tersebut, tim gema justisia mempertanyakan alasan pencabutan spanduk tersebut. “Kenapa dicabut? Nah itu masalah nya, jika kampus melakukan hal itu maka secara tidak langsung kampus kita ini anti kritik. Karena, ketika yg dipasang itu adalah spanduk mengenai open recruitmen sebuah UKM itu kan ga dicabut. Nah ketika spanduk itu berisi tentang suara mahasiswa, kenapa dicabut? Berarti masalah nya bukan di spanduknya. Tapi mungkin pihak kampus takut dengan isi spanduk tersebut”, Jelas Fauzi.


Menyikapi hal tersebut, Fauzi menyimpulkan bahwa, dalam membuat suatu kebijakan kampus cenderung tidak ingin melibat kan mahasiswa di dalamnya. Padahal sasaran dari kebijakan itu sendiri adalah mahasiswa.
Kedepannya AMPU berharap melalui aksi ini mahasiswa UNAND paham mngenai PTN-BH itu apa, terutama dari perspektif kita sebagai mahasiswa dan relevansinya kedepannya. Ketika mahasiswa sudah paham mengenai hal tersebut, maka itu terserah mereka apakah menolak nya ataupun menerimanya, Ujar Fauzi.

Reporter : Nurfitriani Yohanes