Jamal Wiwoho: Universitas Andalas Belum Dewasa, Makanya Belum Diberi BH

Jamal Wiwoho selaku Irjen Kemenristekdikti dalam kuliah umum Universitas Andalas menuju Peguruan Tinggi Badan Hukum(PTN-BH)

GEMAJUSTISIA.COM, PADANG – “Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) merupakan perguruan tinggi yang sudah dewasa, karena sudah dewasa maka pemerintah memberi status Badan Hukum (BH). Universitas Andalas sendiri masih belum dewasa karena masih berstatus Badan Layanan Umum(BLU) makanya belum diberi status Badan Hukum (BH).”

Pernyataan tersebut disampaikam oleh Jamal Wiwoho selaku Irjen Kemenristekdikti dalam kuliah umum Universitas Andalas Menuju Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum(PTN-BH) di Convention Hall Unand, Kamis (14/3/2019).

Jamal Wiwoho selaku narasumber dalam acara tersebut menjelaskan, bahwa dari 122 Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia dapat diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu 79 Perguruan Tinggi Saker (Satuan Kerja), ada 31 Perguruan tinggi BLU (Badan Layanan Umum) termasuk di dalamnya Universitas Andalas. Selain itu, terdapat 11 perguruan tinggi negeri berbadan hukum.

Pengklasteran ini menurut Jamal dapat memberikan sebuah justifikasi bahwa naiknya status dari Saker ke BLU, kemudian dari BLU ke PTN-BH berarti adanya peningkatan kinerja yang lebih baik.

Menurut Jamal PTN-BH dapat memberikan sisi positif terhadap perguruan tinggi, diantaranya perguruan tinggi memiliki kewenangan untuk membuka atau menutup program studi sendiri, membentuk badan usaha sendiri, menyusun organ dibawah rektor dengan sendiri, sampai dengan kewenangan untuk mengatur keuangan sendiri.

Selain sisi positif, juga terdapat sisi negatif dengan berlakunya PTN-BH, yaitu tenaga kependidikan tidak mendapatkan tunjangan kinerja dari negara, terjebak struktur gemuk atau euforia pembentukan program studi dan pembiayaan sumber daya manusia dilakukan secara mandiri.

Menanggapi pemaparan dari Jamal Wiwoho, diakhir acara seorang mahasiswa mengajukan pertanyaan berkaitan dengan apakah ada jaminan jika sudah bersatus sebagai PTN-BH maka Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa tidak akan naik.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Jamal berkata, “PTN-BH itu tidak dalam konteks adanya relevansi dengan pendapatan dari mahasiswa, jadi jika ada kekawatiran bahwa PTN-BH itu kemudian komersialisasi, itu tidak benar.”

Reporter: Anggi Herman dan Rona Fitriati Hasanah

Editor: Nurhikmahdatul Ulfa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *