Kekecewaan Warga Negara FHUA Pada Debat Capres dan Cawapres 2019

Suasana di Gazebo Fakultas Hukum Unibersitas Andalas saat berlangsungnya debat capres dan cawapres pada pemilu negara Mahasiswa FHUA 2019

GEMAJUSTISIA.COM, PADANG-Panitia Pemilihan Umum (PPU) Fakultas Hukum Universitas Andalas sukses melaksanakan debat Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden BEM NM FHUA pada Senin (25/3/2019).

Acara yang berlangsung di Gazebo Fakultas Hukum ini memang tampak ramai dengan antusias kehadiran warga negara FHUA. Namun dibalik kesuksesan acara tersebut, terdapat beberapa kekecewaan dari warga negara Fakultas Hukum Universitas Andalas.

Beberapa kekecewaan warga negara FHUA pasca debat tadi adalah paslon seolah-olah menyampaikan kritik evalusi terhadap kinerja BEM tahun sebelumnya, yang mana seharusnya debat tersebut untuk memantapkan visi dan misi kedepan bagi calon terpilih nanti.

Kekecewaan warga negara selanjutnya adalah tidak diberikannya kesempatan kepada warga negara FHUA untuk memberikan pertanyaan terkait program yang dibuat oleh pasangan calon. Bahkan, moderator hanya memberikan kesempatan bertanya kepada masing-masing kubu Kelompok Aspirasi Mahasiswa(KAM).

Salah seorang warga negara, Nisa, mengatakan, “Debat ini terlihat seperti bukan untuk menyuarakan aspirasi warga negara, tetapi hanya menyuarakan aspirasi dua kubu partai”.

Menanggapi hal tersebut, Ivan Azis selaku Ketua PPU 2019 menyatakan, “Hal tersebut memang melenceng dari tema, namun tidak salah juga mengkritik kinerja BEM sebelumnya karena disini bicara soal politik.”

“Setiap politik itu ada celah, setiap lawan politik pasti mencari celah lawannya, itulah fungsi dari debat itu sendiri”, tambah Ivan.

Menanggapi kekecewaan warga negara untuk pembatasan sesi bertanya, Ivan mengatakan hal tersebut karena kendala waktu. Selain itu, hal lain pembatasan sesi bertanya adalah untuk menghindari keberpihakan atau konflik kepentingan yang merugikan salah satu pasangan calon.

“Kita takut nanti kalau dibuka sesi bebas akan mengakibatkan pertanyaan berat sebelah antar kedua pihak”, tutup Ivan.
Reporter: Anggi Herman
Editor: Rona Fitriati Hasanah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *