Tingginya Antusias Warga Negara FHUA Pada Pemilu 2019

Beberapa jari dari warga negara setelah proses pencoblosan di Gazebo Fakultas Hukum Universitas Andalas

GEMAJUSTISIA.COM,PADANG- Pemilihan umum FHUA 2019 yang diselenggarakan oleh Panitia Pemilihan Umum (PPU) pada 27 Maret 2019 berlangsung pukul 09.00 -18.00 WIB, dan berlokasi di tiga Tempat Pemungutan Suara (TPS), yakni gazebo FHUA, gedung kuliah E dan gazebo gedung F.

Pada pemilu kali ini terlihat Antusias yang cukup tinggi dari warga negara FHUA. Hal tersebut dapat dilihat dari telah adanya warga negara yang mengantri sebelum jam 09.00 WIB. “Sebelum jam 09.00 WIB udah ada yang nanya tapi masih persiapan dan sekitar 08.30 WIB udah ada juga yang ngantri, tapi kita tunggu dulu karena menunggu saksi agar tidak terjadi kecurangan-kecurangan,” ungkap Ivan selaku ketua PPU.

Adapun target PPU pada pemilu kali ini adalah 50% suara dari 1700-an warga FHUA yang aktif. Pada awalnya, PPU hanya menyediakan surat suara berjumlah 700 buah untuk capres-cawapres dan DLM dengan pertimbangan pada pemilu sebelumnya yang menggunakan hak pilih hanya sekitar 500-600 orang.

Ivan juga menambahkan, “Tadi surat suara sudah dicetak ulang karena 700 surat suara tidak cukup dan hal tersebut menunjukkan keantusiasan warga FHUA pada pemilu 2019,” jelas Ivan.

Salah seorang warga negara saat menceplukan jari tangannya ke dalam tinta sebagai bukti telah mencoblos

Hal yang sama juga disampaikan ketua Kelompok Aspirasi Mahasiswa (KAM) Peduli Kampus (PK), Abdul Karim, “Alhamdulillah antusias, sebab saya lihat dari pagi sudah mulai banyak yang menyoblos dan di sore ini juga banyak bahkan tadi saya lihat di Gazebo Gedung F mahasiswa yang selesai kuliah langsung ke TPS dan memilih,” ungkapnya.

Sementara itu, Saddam sebagai ketua Kelompok Aspirasi Mahasiswa(KAM) Solidaritas Mahasiswa (Somasi) juga mengatakan hal senada. “Untuk antusias dari angkatan paling bawah, yang masih aktif dan belum wisuda, sampai angkatan terbaru memang terlihat ramai. Menurut pandangan saya, sosialisasi pemilu sukses karena sosialisasi dari KAM ke mahasiswa, disana KAM bermain untuk mengajak mahasiswa menyukseskan pemilu,” tutup Saddam.
Reporter: Bunga Syahrita dan Wardatul Aqliyah
Editor: Nurhikmahdatul Ulfa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *