Hasil Suara Pemilu FHUA 2019 : Paslon Aziz-Diki Unggul Tipis

Daftar perolehan suara akhir dari masing-masing pasangan calon presiden dan wakil presiden pemilu negara mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Andalas

GEMAJUSTISIA.COM, PADANG- Proses penghitungan surat suara pasangan calon presiden dan wakil presiden pada pemilu negara mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Andalas (FHUA) 2019 telah selesai dilaksanakan pada 27 maret 2019.

Bertempat di Mushalla Al-Hakim, penghitungan suara yang dimulai pada pukul 19.10 WIB ini selesai pada 23.30 WIB.

Dari penghitungan surat suara yang dilakukan oleh Panitia Pemilihan Umum (PPU) FHUA, yang ikut dihadiri oleh masing-masing Kelompok Aspirasi Mahasiswa (KAM) dan juga warga negara FHUA, Pasangan calon 01 Aziz-Diki unggul 18 suara dari pasangan calon 02 Aci-Jodi.


Pasangan calon Aziz-Diki memperoleh 393 suara, sementara pasangan Aci-Jodi memperoleh 375 suara. Selain itu, juga terdapat 15 surat suara tidak sah. Surat suara tidak sah ini dikarenakan adanya pemilih yang menggunakan hak suara ganda ataupun adanya pemilih yang mencoblos tidak sesuai aturan.


Hasil dari penghitungan surat suara ini dianggap sudah final, namun jika nantinya masing-masing pasangan calon menganggap adanya indikasi kecurangan dalam pemilu, maka pihak yang bersangkutan dapat mengajukan laporan ke PPU dengan tenggat waktu dua minggu setelah pemilu.

“Ya jika ada indikasi kecurangan paslon dapat mengajukan laporan ke PPU, nanti setelah tiga hari sejak laporan masuk PPU akan meyerahkan laporan ke MPM, tapi ya laporan tersebut harus disertai dengan bukti otentik di lapangan,”ucap Ivan selaku ketua PPU ketika diwawancarai oleh Tim Gema Justisia.


Berkaitan dengan kendala selama pemungutan suara, Ivan menyatakan ada beberapa kendala terutama berkaitan dengan waktu.

Proses pengecekan ulang yang dilakukan oleh panitia pemilihan umum


“Kalau kendala itu pasti ada, terutama waktu, waktu nya malam jadi konsentrasi dan fokus berkurang tapi InsyaAllah kita sudah berkerja keras dan mengusahakan untuk tetap fokus,”tutup Ivan.


Reporter: Nurfitriani dan Wardatul Aqliyah
Editor: Nurhikmahdatul Ulfa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *