Turun ke jalan, AMPU paparkan PTN-BH dari sudut pandang mahasiswa

Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Unand (AMPU) pada Kamis (02/05/2019) kemarin, kembali melakukan aksi keduanya dalam rangka menolak kampus Unand menjadi PTN-BH. Aksi yang dimulai pada pukul 10.30 WIB yang bertempat di parkiran gedung E merupakan lanjutan dari aksi tolak Unand menjadi PTN -BH pada Senin (14/3/2019) lalu.


Mengusung tema “PTN-BH dari perspektif mahasiswa”. Pada dasarnya, tujuan aksi ini adalah untuk memaparkan informasi terkait PTN-BH berdasarkan perspektif mahasiswa dan relevansinya terhadap komersialisasi perguruan tinggi.


Ketua AMPU, Fauzi Fadlurrahman mengatakan “salah satu sasaran dari PTN-BH itu sendiri adalah mahasiswa. Cuma yang jadi permasalahannya adalah kebanyakan dari mahasiswa itu belum paham dengan impact dari PTN-BH itu, karena wacana yg beredar selama ini adalah PTN-BH dari sudut pandang kampus. Sekarang melalui aksi ini, kami berusaha untuk memaparkannya dari sudut pandang mahasiswa. Karena sangat irrasional sebenarnya ketika ada kebijakan di kampus yang sejatinya melibatkan mahasiswa namun mahasiswa sendiri tidak mengetahuinya.”


Sebelumnya pada kuliah umum bersama Irjen Kemenristekdikti Jamal Wiwoho, AMPU sudah melakukan aksi penolakan PTN-BH ini. Ketua percepatan PTN-BH hanya mengatakan akan mengadakan diskusi bersama mahasiswa perihal ini. Namun, setelah di follow up kembali tidak ada respon dari ketua percepatan terkait diskusi tersebut.


Adapun selain melakukan aksi turun ke jalan, AMPU juga berupaya menyampaikan kritikan nya melalui spanduk yang berdasarkan keterangan Fauzi (ketua AMPU) dipasang pada Rabu malam. Namun spanduk tersebut dicabut. Terkait hal tersebut, tim gema justisia mempertanyakan alasan pencabutan spanduk tersebut. “Kenapa dicabut? Nah itu masalah nya, jika kampus melakukan hal itu maka secara tidak langsung kampus kita ini anti kritik. Karena, ketika yg dipasang itu adalah spanduk mengenai open recruitmen sebuah UKM itu kan ga dicabut. Nah ketika spanduk itu berisi tentang suara mahasiswa, kenapa dicabut? Berarti masalah nya bukan di spanduknya. Tapi mungkin pihak kampus takut dengan isi spanduk tersebut”, Jelas Fauzi.


Menyikapi hal tersebut, Fauzi menyimpulkan bahwa, dalam membuat suatu kebijakan kampus cenderung tidak ingin melibat kan mahasiswa di dalamnya. Padahal sasaran dari kebijakan itu sendiri adalah mahasiswa.
Kedepannya AMPU berharap melalui aksi ini mahasiswa UNAND paham mngenai PTN-BH itu apa, terutama dari perspektif kita sebagai mahasiswa dan relevansinya kedepannya. Ketika mahasiswa sudah paham mengenai hal tersebut, maka itu terserah mereka apakah menolak nya ataupun menerimanya, Ujar Fauzi.

Reporter : Nurfitriani Yohanes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *