Rabu , 13 Desember 2017

Home » Editorial » DEWAN LEGISLATIF MAHASISWA MILIK SIAPA DAN UNTUK APA?

DEWAN LEGISLATIF MAHASISWA MILIK SIAPA DAN UNTUK APA?

November 8, 2016 5:08 pm Category: Editorial Leave a comment A+ / A-

Sejatinya menurut makna bahasa, legislatif berariti menyusun atau membentuk kebijakan, lembaga kekuasaan yang memiliki tugas untuk membuat atau merumuskan undang-undang yang dibutuhkan suatu negara. Montesquieu memberikan pengertian legislatif dengan Magistrat atau penguasa yang mengeluarkan suatu hukum.

Di ranah pemerintahan (dalam artian sebenarnya) ada yang disebut dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) selaku lembaga legislatif, dan di dalam pemerintahan mahasiswa kita kenal dengan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Lembaga Perwakilan Mahasiswa (LEM), atau Dewan Legislatif Mahasiswa-seperti yang kita kenal dalam negara mahasiswa Fakultas Hukum Unand.

Sama dengan DPR dalam pemerintahan sebenarnya, DPM di dunia perkuliahan (baca: di negara mahasiswa Fakultas Hukum Unand) juga merupakan representasi dari mahasiswa, dipilih dalam pemilihan langsung oleh mahasiswa, menjalankan kedaulatan dan bertugas membentuk kebijakan atau norma hukum dalam memenuhi hak-hak mahasiswa.

Pasal 14 ayat (1) konstitusi mahasiswa Fakultas Hukum Unand-ditetapkan pada tanggal 24 Mei 2004-menyatakan DLM memegang kekuasaan membentuk undang-undang. Kekuasaan yang mana belum dijalankan sampai saat ini oleh pengurus DLM pariode 2016/2017.

Pasal 15 ayat (1) juga menjelaskan DLM memiliki fungsi legislatif, anggaran, dan pengawasan pelaksanaan. Menjadi permasalahan ketika selama ini yang nampak hanyalah fungsi pengawasan yang dilakukan oleh DLM, yakni melakukan pengawasan terkait dengan kinerja eksekutif. Hal ini yang cukup disayangkan oleh berbagai pihak mahasiswa dimana suara-suaranya diwakilkan kepada lembaga legislatif.

Ilham Wahyudi, mahasiswa jurusan perdata murni Fakultas Hukum Unand menyampaikan kekecewaannya terhadap DLM, “Salah satu tugas DLM adalah membuat undang-undang di kalangan mahasiswa, rupanya sudah hampir habis masa jabatannya ternyata sampai sekarang belum ada satupun, jangankan undang-undang rancangannya pun belum ada, bayangkan itu”, ungkapnya.

Ketika ditanya apakah suara-nya sebagai mahasiwa hukum sudah terwakili oleh DLM atau belum, Ilham dengan santai mengatakan “Nah kalau hak sebagai mahasiswa hukum tentu tidak, tetapi kita harus tetap positif terhadap DLM meskipun kinerjanya negatif.”

Senada dengan ilham, Emil Rizal mahasiswa jurusan hukum pidana menyatakan “Kalau saya melihat, apa sih dari pertama kontribusi DLM terhadap mahasiswa sejak awal pemilihan sampai sekarang, apa yang telah dikerjakan DLM dan sejauh mana kerja DLM, itu pandangan saya yang saya lihat selama ini, karna yang setahu saya saya belum mendengar apa yang telah dilaksanakan tugas dari DLM itu”, ungkap Emil.

Mengenai permasalahan tersebut, wakil ketua I DLM FHUA Khairul Anami menjelaskan bahwa terkait fungsi pengawasan maka lebih banyak orang dari luar yang menilai. “Ketidakpuasaan itu, ambo pribadi dapat menerima itu karna memang tidak ada kerja maksimal dari DLM untuk melakukan pengawasan, walaupun di internal kita sering membicarakan itu, terutama untuk tahap yang cukup lama sampai 6 bulan lebih kebelakang kami selalu menekankan kepada masing-masing komisi untuk mengawasi masing-masing kementrian terkait. Namun internal kita baik dari fraksi A/B belum melakukan itu secara maksimal.”

Terkait dengan fungsi membentuk undang-undang, Khairul secara implisit mengamini bahwa belum ada satupun undang-undang yang terbentuk pariode DLM yang sekarang. “Fungsi legislasi menjadi fokus kita, bahkan prioritas di awal setelah urusan internal DLM selesai, namun sampai hari ini memang belum ada yang dilahirkan dari fungsi itu, masih tahap pembicaraan, rencana, permintaan dari masing-masing komisi terkait, merancang, tapi InshaaAllah di upayakan 3 bulan maksimal sisa jabatan untuk melahirkan suatu undang-undang, itupun permintaan banyak hari ini adalah untuk mengamandemen konstitusi.”

Ketika ditanya apa yang menjadi kendala DLM tidak juga menjalankan fungsi legislasinya. “Kalau aspirasi bohong rasanya kalau tidak ada yang masuk, kita masih berkutat, berkutat dalam perencanaan rancangan-rancangan masing-masing komisi, kemampuan itu belum dilaksanakan secara maksimal.”

Terkait dengan banyaknya mahasiswa yang tidak tau dengan anggota bahkan jumlah anggota DLM Khairul mengatakan, “Komentar kawan-kawan dengan yang tak pernah tau dengan anggota DLM yang tidak pernah hadir itu dapat dibenarkan.”

“Yang dapat saya jelasakn sekurang-kurangnya mewakili diri saya sendiri kalupun tidak mewakili DLM secara utuh, ketidakhadiran itu sepertinya ketidakseriusan dari anggota yang telah dipilih, jadi itu saya ambil harapan masing-masing KAM, apapun KAM yang ikut pemilu ke depan, bisa mencalonkan anggota DLM yang berkapisitas yang memang untuk keperluan fakultas”, tutup Khairul.*RI

DEWAN LEGISLATIF MAHASISWA MILIK SIAPA DAN UNTUK APA? Reviewed by on . Sejatinya menurut makna bahasa, legislatif berariti menyusun atau membentuk kebijakan, lembaga kekuasaan yang memiliki tugas untuk membuat atau merumuskan undan Sejatinya menurut makna bahasa, legislatif berariti menyusun atau membentuk kebijakan, lembaga kekuasaan yang memiliki tugas untuk membuat atau merumuskan undan Rating: 0

Leave a Comment

scroll to top