Rabu , 13 Desember 2017

Home » Kegiatan » Seminar Nasional “Quo Vadis Pendidikan Kenotariatan dan Profesi Notaris” Jawab Kegalauan Mahasiswa Kenotariatan

Seminar Nasional “Quo Vadis Pendidikan Kenotariatan dan Profesi Notaris” Jawab Kegalauan Mahasiswa Kenotariatan

November 30, 2017 4:18 pm Category: Kegiatan Leave a comment A+ / A-

Ikatan Mahasiswa Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Andalas (Unand) menggelar Seminar Nasional yang bertema “Quo Vadis Pendidikan Kenotariatan dan Profesi Notaris” di Aula Kampus Pascasarjana Fakultas Hukum Unand, Rabu (29/11/2017). Seminar ini resmi dibuka oleh Zainul Daulay selaku Dekan Fakultas Hukum Unand sekaligus narasumber, pada pukul 09.20 WIB.

Kegiatan seminar ini turut dihadiri oleh Direktorat Jendral Administrasi Hukum Umum (Dirjen AHU) Freddy Harris sebagai keynote speaker, Ikatan Notaris Indonesia (INI) Pusat sebagai narasumber, Ikatan Notaris Indonesia (INI) Sumatera Barat, Anggota Luar Biasa INI, BPN Padang, IMMK USU, Ketua Prodi Magister Kenotariatan Universitas Jember, Ketua Prodi Magister Kenotariatan Universitas Andalas, Ketua Ikatan Mahasiswa Kenotariatan Unand periode 2010 dan 2013, Ketua Ikatan Alumni Kenotariatan Unand, serta tamu undangan lainnya. Selain itu, yang tidak kalah penting adalah peserta yang merupakan Notaris dan Mahasiswa Magister Kenotariatan.

Dalam menyampaikan sambutan sekaligus pembukaan Daulay mengatakan, “kami sangat menyambut baik inisiatif dari adik-adik Mahasiswa Mengister Kenotariatan Fakultas Hukum Unand yang melaksanakan kegiatan ini untuk bisa memberikan jawaban secara akademis. Jadi, tidak emosional dan menyalurkan emosionalnya itu kepada hal-hal yang positif melalui seminar. Untuk itu kami sangat menghargai, dan kedatangan pak dirjen ini memang akan bisa memberikan sitawa sidingin terhadap adanya kegalauan, adanya kebimbangan, tentu saja ini merupakan jawaban dari apa yang menjadi kondisi hari ini”, tuturnya.

Diadakannya seminar terkait “Quo Vadis Pendidikan Kenotariatan dan Profesi Notaris” ini dilatarbelakangi oleh keinginan Ikatan Mahasiswa Kenotariatan Unand yang mencari pencerahan terhadap sistim pendidikan kenotariatan untuk masa mendatang. Hal tersebut dikarenakan adanya beberapa rencana mengenai kebijakan “mengeluarkan” program magister kenotariatan (MKn) menjadi pendidikan profesi. Akibatnya, mahasiswa kenotariatan merasa kebingungan terhadap kebijakan yang diwacanakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) pada Kementerian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti) tersebut. Dilain hal, seminar ini juga memberi pencerahan terhadap lulusan magister kenotariatan yang akan menjadi Anggota Luar Biasa (ALB) INI.

Muhammad Irvan selaku Ketua Penyelenggara dalam sambutannya menyampaikan tujuan seminar nasional ini, yaitu untuk mengetahui perkembangan dari Quo Vadis pendidikan kenotariatan dan profesi notaris, untuk mengetahui bagaimana penyelenggaraan pendidikan kenotariatan berbasis KKNI, dan untuk mengetahui cetak biru pendidikan kenotariatan di Indonesia, serta untuk mengetahui sejauh mana perlindungan profesi Notaris oleh Organisasi Profesi (dalam hal ini oleh INI).

Hal yang paling mendasar bagi mahasiswa terkait diadakannya seminar ini adalah memberikan penjelasan secara langsung kepada mahasiswa yang akan menyelesaikan pendidikan kenotariatan. Ini berkenaan dengan pemberian gelar M.Kn yang diubah menjadi M.H. Tentunya menjadi pertanyaan besar bagi mahasiswa kenotariatan apa yang membedakan antara yang telah menjalani pendidikan S2 profesi dengan S2 ilmu hukum.

Mahasiswa kenotariatan pun ingin mendapatkan kepastian arah pendidikan yang mereka tempuh. Dilain hal, para mahasiswa kenotariatan, calon ALB, dan ALB merasa disulitan dengan kebijakan terbaru dari Pengurus Pusat (PP) INI dalam menyaring calon notaris yang berkompeten. Terlebih dengan banyak dan mahalnya proses yang mestinya dilewati seseorang yang ingin menjadi seorang pejabat notaris.

“Sebagai ketua penyelenggara, tentu berharap dengan seminar ini dapat memberikan pencerahan terhadap kegundahan dari teman-teman mahasiswa dan ALB dengan berbagai informasi yang beredar saat ini. Terlebih dari segi geografis, kita di Sumatera Barat sering tertinggal dalam mendapatkan info terbaru terhadap sebuah kebijakan. Dengan acara ini, semoga dapat membuat rekan-rekan dari mahasiswa dan ALB berinisiatif dalam mencari informasi, serta mengkritisi kebijakan-kebijakan yang dirasa rancu”, tutup Irvan saat dihubungi via Whatsapp.

Kegiatan ini ditutup pada pukul 12.20 WIB dan dilanjutkan dengan makan siang bersama antara peserta dan undangan yang hadir. *RFH

Seminar Nasional “Quo Vadis Pendidikan Kenotariatan dan Profesi Notaris” Jawab Kegalauan Mahasiswa Kenotariatan Reviewed by on . Ikatan Mahasiswa Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Andalas (Unand) menggelar Seminar Nasional yang bertema “Quo Vadis Pendidikan Kenotariatan dan Ikatan Mahasiswa Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Andalas (Unand) menggelar Seminar Nasional yang bertema “Quo Vadis Pendidikan Kenotariatan dan Rating: 0

Leave a Comment

scroll to top