Selasa , 11 Desember 2018

Home » Opini » Kemelut Tenaga Kerja Asing Di Indonesia

Kemelut Tenaga Kerja Asing Di Indonesia

Mei 13, 2018 1:35 pm Category: Opini Leave a comment A+ / A-

Tenaga kerja asing (TKA) adalah warga negara asing pemegang visa dengan maksud bekerja di wilayah Indonesia.

Dalam UU No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan pasal 42 ayat 4 disebutkan, tenaga kerja asing dapat diperkerjakan di Indonesia hanya dalam hubungan kerja untuk jabatan tertentu dan waktu tertentu. Dalam pasal 46 juga dijelaskan bahwa tenaga kerja asing dilarang menduduki jabatan yang mengurusi personalia dan/atau jabatan-jabatan tertentu yang lebih lanjut diatur dalam kepmenkertrans No.40 tahun 2012.

Lebih lanjut, diterangkan dalam Kepmenkertrans No. 40 tahun 2012, ada 19 jabatan tertentu yang tidak boleh diduduki oleh TKA. Jabatan tertentu yang tidak boleh diduduki oleh TKA antara lain Direktur Personalia, Manajer Hubungan
Industrial, Manajer Personalia, Supervisor Pengembangan personalia, Supervisor Perekrutan Personalia, Supervisor Penempatan Personalia, Supervisor Pembinaan Karir Pegawai, Penata Usaha Personalia, Kepala Eksekutif Kantor, Ahli Pengembangan Personalia dan Karir, Spesialis Personalia, Penasehat Karir, Penasehat tenaga Kerja, Pembimbing dan Konseling Jabatan, Perantara Tenaga Kerja, Pengadministrasi Pelatihan Pegawai, Pewawancara Pegawai, Analis Jabatan dan Penyelenggara Keselamatan Kerja Pegawai.

Dengan diperingatinya hari buruh setiap tanggal 1 Mei, mencuat juga isu tenaga kerja asing (TKA) yang menjadi pekerja kasar di Morowali, Sulawesi Selatan.
Hal ini tentu saja bertentangan dengan Kepmennakertrans No. 40 tahun 2012 yang menentukan hanya beberapa bidang yg dapat diduduki oleh TKA, namun kurang dijelaskan sacara rinci apakah boleh menjadi pekerja kasar.

Isu TKA di Indonesia yang semakin banyak ini tidak hanya heboh saat diperingatinya hari buruh, jauh sebelum itu Ombudsman Republik Indonesia (ORI) telah menemukan sekitar 200 TKA di Morowali yang menjadi supir.

Dari pencatatan pemerintah, ada sekitar 2.100 TKA di Morowali. Kenyataannya, menurut pengakuan seorang buruh Indonesia yang bekerja di salah satu perusahaan di Indonesia, ada sekitar 8.000 TKA yang mayoritasnya berasal dari negeri tirai bambu. Terlebih lagi banyak yang tidak mempunyai skill.

Bagaimana mungkin jumlah TKA di Morowali berbeda jauh dari yang didata pemerintah?

Masuknya TKA illegal ini, menurut ORI merupakan dampak pasca dikeluarkannya Perpres no. 21 tahun 2016, yang memberi kebijakan bebas visa sehingga memudahkan TKA tanpa skill masuk ke Indonesia dengan visa turis.

Banyaknya TKA tanpa skill di Morowali membuat buruh Indonesia semakin terkepit. Dari segi bahasa, para TKA banyak yang tidak pandai berbahasa Indonesia. Dari segi upah, menurut hasil penelusuran Ombudsman Republik Infomesia (ORI), upah tenaga kerja asing (TKA) jumlahnya 3 kali lipat lebih besar daripada pekerja Indonesia dengan jabatan yang sama.

Kini, beberapa hari setelah diperingatinya hari buruh dan mencuatnya kabar mengenai TKA yang menjadi buruh kasar, seakan pemerintah masih tak acuh.
Belum ada tanggapan konkret dari pemerintah untuk menindaklanjuti masalah ini. Diharapkan pemerintah segera menuntaskannya dan memberi keadilan bagi para buruh di Indonesia.*ZA

Kemelut Tenaga Kerja Asing Di Indonesia Reviewed by on . Tenaga kerja asing (TKA) adalah warga negara asing pemegang visa dengan maksud bekerja di wilayah Indonesia. Dalam UU No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Tenaga kerja asing (TKA) adalah warga negara asing pemegang visa dengan maksud bekerja di wilayah Indonesia. Dalam UU No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Rating: 0

Leave a Comment

scroll to top