Rabu , 13 Desember 2017

Home » Uncategorized » Diskusi Publik Terkait Kesaktian Papa

Diskusi Publik Terkait Kesaktian Papa

Oktober 10, 2017 5:58 am Category: Uncategorized Leave a comment A+ / A-

Kalangan mahasiswa, perwakilan organisasi-organisasi dari berbagai Universitas, dosen, dan puluhan aktivis Sumatera Barat lainnya berkumpul di Tugu Gampo untuk menyerukan hak suara terkait penolakan terhadap putusan hakim Cepi Iskandar yang memenangkan Setya Novanto di sidang praperadilan atas tuduhan korupsi e-KTP (Senin, 02 Oktober 2017).
Melalui konsolidasi ini jelas sudah bahwa para aktivis dari Sumatera Barat masih aktif untuk turut serta dalam pemantauan putusan-putusan hakim di Ibu kota. Kami para aktifis menganggap bahwa Setya Novanto ini sakti, kebal hukum! karena sudah beberapa kali terjerat sebagai tersangka kasus korupsi namun lagi-lagi ia terbebas. ”Setya Novanto kembali membuktikan kesaktiannya, bukan kali ini aja dia tersangkut kasus yang berujung bebas dari jerat hukum” ujar Pak Charles Simabura pada malam itu. Para aktivis juga mempertanyakan kesehatan Setnov yang dikabarkan memburuk menjelang sidang praperadilan dan membaik setelah menerima putusan peradilan tersebut. Sebagai para penggiat anti korupsi tentu kami mempertanyakan sebenarnya apa yang sudah terjadi dibalik layar, ada apa dengan hukum di negeri ini?
Pada malam itu dengan semangat yang luar biasa para penggiat hukum menggelar orasi, pembacaan puisi, dan pertunjukkan lainnya yang menolak keberadaan pansus hak angket KPK, menuntut dikeluarkannya surat perintah dimulainya penyidikan baru untuk Setya Novanto, dan mendukung KPK menyelesaikan penyelidikan kasus korupsi e-KTP. Mengomentari salah satu kutipan dari aktivis Wendra Yunaldi Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat yang mengatakan “Kembali tak percaya dengan hukum Indonesia, putusan lelucon yang tak lucu, banyak akrobat hukum. Ini penghinaan intelektual bagi sarjana hukum” ujarnya. Tentu saja hal ini merupakan penghinaan bagi kita sebagai calon sarjana hukum, dimana saat kita sedang giat-giatnya mempelajari hukum di negeri ini, para petinggi hukum dengan mudahnya menghitam putihkan negeri ini dengan mempermainkan hukum itu sendiri. Selanjutnya mengutip dari puisi yang dibacakan oleh Pak Feri Amsari dosen Fakultas Hukum Universitas Andalas “diamlah wahai kebenaran, biarkan kami berada di lembah kesalahan, kalian hanya sendiri para penghamba kebenaran, amini saja perbuatan kami, kalian hanya sendiri para penghamba kebenaran…” Inilah yang akan terjadi di bumi pertiwi ini jika hukum hanya dijadikan lelucon oleh oknum-oknum yang seharusnya menegakkan hukum itu sendiri. Mahasiswa sebagai gelar “maha” yang disematkan dinamanya tidak boleh hanya berpangku tangan melihat hal-hal yang terjadi di negeri ini semoga dengan adanya konsolidasi ini merupakan langkah maju untuk pemberantasan korupsi di negeri ini. Satu kata untuk korupsi “Lawan!”. *ARR

Diskusi Publik Terkait Kesaktian Papa Reviewed by on . Kalangan mahasiswa, perwakilan organisasi-organisasi dari berbagai Universitas, dosen, dan puluhan aktivis Sumatera Barat lainnya berkumpul di Tugu Gampo untuk Kalangan mahasiswa, perwakilan organisasi-organisasi dari berbagai Universitas, dosen, dan puluhan aktivis Sumatera Barat lainnya berkumpul di Tugu Gampo untuk Rating: 0

Related Posts