Selasa , 19 Juni 2018

Home » Uncategorized » Pergerakan Mahasiswa, Ini Pendapat Mahasiswa Terkait Pergerakannya.

Pergerakan Mahasiswa, Ini Pendapat Mahasiswa Terkait Pergerakannya.

Februari 21, 2018 3:46 am Category: Uncategorized Leave a comment A+ / A-

Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Gema Justisia mengadakan Focus Group Discussion (FGD) bertema ”Pergerakan Mahasiswa dalam Mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi” yang diadakan di Ruang Sidang Dekanat Lantai 2 Fakultas Hukum Universitas Andalas, Padang. Diskusi ini diadakan sekaligus dalam rangka ulang tahun ke-25 LPM Gema Justisia, pada Selasa (20/2).

Acara FGD yang sedianya dibuka oleh Feri Amsari selaku Pembina LPM Gema Justisia, resmi dibuka oleh Bella Utami selaku Pimpinan Umum karena pembina berhalangan datang di awal acara. Bella sekaligus memoderatori jalannya diskusi ini. FGD ini dihadiri oleh Pembina LPM Gema Justisia Feri Amsari dan perwakilan dari lembaga otonom kampus, perwakilan lembaga pers, perwakilan himpunan mahasiswa, dan perwakilan organisasi pers di Sumatera Barat.

Adapun Lembaga yang menghadiri diantaranya Unit Kegiatan mahasiswa Pengenalan Hukum dan Politik (UKM PHP), BEM NM FHUA, ASPEM (Asosiasi Pers Mahasiswa) Sumatera Barat, LAM & PK, Studio Merah, Mapala Green Justice, Dewan Legislatif Mahasiswa (DLM), Justicia Accordeo, Lembaga Pengkajian Islam (LPI), ALSA, Himpunan Mahasiswa Pidana, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dan Genta Andalas.

Setiap perwakilan lembaga yang menjadi pembicara diberi waktu 5 menit oleh moderator untuk memaparkan argumentasinya terkait tema karena terbatasnya waktu diskusi. Pembicara pertama adalah Hemi Lavour Febrinandes Ketua Umum UKM PHP yang melemparkan beberapa pertanyaan sebagai pemancing diskusi, “Apakah sama pergerakan mahasiswa dulu dengan sekarang? Apakah kita datang menghadiri diskusi sebagai individu yang merdeka yang ingin berkawan dengan semua orang yang menghadiri diskusi atau cuma mewakili lembaga/organisasi? Siapa yang sekarang suka membaca? Tidak ada, orang lebih suka menonton video minang kocak dibanding membaca koran Padang Ekspres. Siapa sih yang sekarang suka membaca majalah dan koran pers kampus?”, katanya. Ia juga mengatakan, bahwa “pergerakan itu bukan hanya demonstrasi, tetapi sikap diam pun merupakan gerakan.”

Dilanjutkan oleh pembicara dari perwakilan lembaga lainnya yang mengatakan kebanyakan mahasiswa sekarang adalah mahasiswa akademis yang mencari IPK tinggi dan cepat tamat. Perwakilan ASPEM mengatakan, “Banyak mahasiswa yang hanya mementingkan akademik dan mahasiswa ingin cepat tamat. Untuk mahasiswa yang kritis sudah sangat jauh berada dibawah, tidak peduli dengan sesama. Mahasiswa memberi kritikan tanpa memberikan solusi. Ditambah aturan yang berlaku dikampus mewajibkan mahasiswa harus tamat dalam waktu tertentu, contohnya jika lebih dari 5 tahun masa kuliah mahasiswa akan di keluarkan dari kampus.”

Selang berjalannya diskusi, selain argumentasi diatas, Gema Justisia merangkum berbagai argumentasi dari beberapa perwakilan mahasiswa terkait “Pergerakan Mahasiswa dalam Menjalankan Fungsi Tri Dharma Perguruan Tinggi”, diantaranya sebagai berikut.

Perwakilan LPI menjelaskan mengenai tiga penggolongan mahasiswa, yaitu mahasiswa akademis, mahasiswa aktivis dan mahasiswa hedonis.

Perwakilan BEM Fakultas Hukum mengatakan, “Pemuda yang berani mengkritik dan berbicara dianggap generasi milineal. Apa yang kita rasakan sekarang itulah yang kita sampaikan, jangan takut untuk mengeluarkan pendapat, selagi itu benar, perjuangkan.”

Perwakilan HMI menjelaskan tentang mahasiswa kurang kritis karena dangkalnya keilmuan yang dimiliki, dan setiap idealisme yang dimiliki organisasi adalah untuk kemaslahatan.

Perwakilan dari LAM & PK menanyakan mengapa mahasiswa sekarang kebanyakan tidak memiliki sikap kritis. Selain itu, juga mengatakan, “Sikap kritis mereka hanya sampai pada kritikan saja tanpa memikirkan apa selanjutnya yang harus dilakukan. Aksi tidak hanya demonstrasi, advokasi tidak hanya demonstasi. Selain itu, juga berharap diskusi-diskusi seperti ini akan terus berlanjut.”

Perwakilan Justisia Accordeo mengatakan, “Mahasiswa adalah gambaran intelektual sebuah bangsa, sikap kritis tergantung diri kita masing-masing.”

Perwakilan Mapala Green Justice menjelaskan mengenai aksi nyata pergerakan yang dapat mereka lakukan adalah memelihara lingkungan seperti menanam pohon dan bersih-bersih lingkungan.

Perwakilan dari DLM yang menjelaskan bahwa mahasiswa adalah agent of change.

Perwakilan dari Studio Merah mempertanyakan kenapa kita sebagai mahasiswa lebih suka melimpahkan permasalahan kepada orang lain, kita seharusnya lebih banyak mengoreksi diri.

Sedangkan menurut perwakilan Himpunan Mahasiswa Pidana, “Harus ada tekad dari diri kita untuk membangun negeri ini, karena suatu hari nanti kitalah yang akan menjadi pemimpin dan pengelola bangsa ini.”

Itulah beberapa argumentasi mahasiswa terkait tema diskusi ini. Diskusi diakhiri dengan closing statement dari Pembina LPM Gema Justisia Feri Amsari. Ia mengatakan, “jadikanlah pergerakan mahasiswa menyenangkan sebagaimana pergerakan mahasiswa semestinya.” Setelah itu, dilanjutkan dengan pemotongan kue hari jadi ke-25 tahun LPM Gema Justisia. *Res

Pergerakan Mahasiswa, Ini Pendapat Mahasiswa Terkait Pergerakannya. Reviewed by on . Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Gema Justisia mengadakan Focus Group Discussion (FGD) bertema ”Pergerakan Mahasiswa dalam Mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi” y Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Gema Justisia mengadakan Focus Group Discussion (FGD) bertema ”Pergerakan Mahasiswa dalam Mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi” y Rating: 0

Leave a Comment

scroll to top