Sabtu , 20 Oktober 2018

Home » Opini » Ilmu Hukum dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah

Ilmu Hukum dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah

Juni 25, 2018 12:35 am Category: Opini Leave a comment A+ / A-

Ilmu Hukum dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah
Oleh: Wisnu Pratama Iryanto

Kompetisi merupakan ajang untuk mengasah ide dan gagasan para mahasiswa. Banyaknya cabang kompetisi di tingkat perguruan tinggi pun membuat peluang yang cukup besar untuk meraih prestasi. Kompetisi tingkat perguruan tinggi pada umumnya bermacam-macam. Lomba desain, peradilan semu, public speaking, debat, dan kepenulisan. Menarik jika kita membahas tentang lomba kepenulisan ilmiah yang pada umumnya dikenal dengan lomba karya tulis ilmiah (LKTI) dan esai.

LKTI dan esai merupakan tulisan yang berisi ide keratif dan inovatif seputar isu-isu permasalahan yang sedang terjadi di Indonesia. Biasanya LKTI dan esai akan ditentukan temanya oleh pihak penyelenggara. Tema-tema yang sekarang paling sering digunakan adalah Sustainable Development Goals 2030, Nawacita Pemerintahan Jokowi, dan Pemberantasan Korupsi. Data yang didapatkan dari Divisi Karya Ilmiah Lex Scientia, LKTI dan esai memenangkan posisi pertama sebagai cabang kompetisi paling diminati dan paling banyak diselenggarakan oleh institusi maupun perguruan tinggi. Tercatat bahwa jumlah LKTI dan esai nasional yang diselenggarakan pada jangka waktu Agustus – November 2017 mencapai 19 kompetisi. Pada tahap ini, mahasiswa hukum perlu memanfaatkan peluang tersebut dengan cara ikut berkompetisi.

Peluang menjuarai LKTI maupun esai bagi mahasiswa hukum nampaknya perlu ditelaah lebih dalam lagi. Hal ini dikarenakan kompetisi ini memerlukan strategi yang matang dan kemampuan presentasi yang baik. Pada umumnya, LKTI maupun esai dilakukan melalui dua tahap seleksi. Pertama tahap penjaringan naskah. Pada tahap ini akan disaring 10 atau 15 tim dengan naskah terbaik untuk melanjutkan ke tahap kedua. Pada tahap kedua yaitu presentasi, tim dituntut untuk menjelaskan ide dan gagasan didepan dewan juri dan para finalis lainnya dengan skema yang hampir sama di seluruh kompetisi LKTI maupun esai.

Menjuarai LKTI maupun esai di tingkat nasional bagi mahasiswa hukum merupakan sebuah tantangan. Pada dasarnya, skema yang hampir sama yang penulis maksudkan adalah cara dewan juri memberikan penilaian dan pertanyaan. Umumnya, kriteria penilaian di tahap presentasi meliputi: kesesuaian ide dengan tema, kerjasama tim, dan cara penyampaian. Namun perlu digarisbawahi bahwa setiap tahap presentasi pasti akan ada sesi tanya jawab. Pada tahap inilah finalis LKTI maupun esai akan dijebak oleh dewan juri. Jika dalam satu tim (tiga anggota) berasal dari studi ilmu hukum, maka dewan juri akan memberikan pertanyaan di luar penguasaan mahasiswa ilmu hukum, misalnya pertanyaan terkait ekonomi. Dewan juri akan mencari celah melalui LKTI yang kita buat, disebabkan LKTI maupun esai pasti bersifat multidisipliner. Artinya tidak mungkin hanya menggunakan satu bidang studi saja. Maka, salah satu solusi terbaik agar tim kita dapat menyabet gelar juara nasional di ajang kompetisi ini adalah dengan berkolaborasi dengan mahasiswa dari bidang studi lain.

Ilmu Hukum dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Reviewed by on . Ilmu Hukum dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Oleh: Wisnu Pratama Iryanto Kompetisi merupakan ajang untuk mengasah ide dan gagasan para mahasiswa. Banyaknya cabang Ilmu Hukum dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Oleh: Wisnu Pratama Iryanto Kompetisi merupakan ajang untuk mengasah ide dan gagasan para mahasiswa. Banyaknya cabang Rating: 0

Leave a Comment

scroll to top