Rabu , 13 Desember 2017

Home » Sejarah Gema Justisia

Sejarah Gema Justisia

Berawal dari kegiatan diskusi dan tulis menulis, angkatan tahun 90-an yang terdiri dari FITRA YOGA SAMBAS, RINALDO, FITHRIADI DAN ZENWEN PADAR mengawali perjalanan Pers Kampus FHUA dengan menerbitkan Buletin Gema Justisia untuk pertama kalinya pada tahun 1993.

Ternyata perjalanan Pers Kampus ini tidak berjalan mulus. Setahun sejak terbitan pertama, Gema Justisia mengadakan Wawancara ekslusif dengan ADNAN BUYUNG NASUTION yang mengkritisi secara tajam kebijakan orde baru. Alhasil Pemimpin Redaksi Gema Justisia saat itu, FITHRIADI, dipanggil untuk diinterogasi pihak KODIM PADANG. Meskipun penerbitan buletin pada saat itu terbatas untuk kalangan internal FHUA saja, namun Gema Justisia tetap mendapat kecaman keras dari pihak Fakultas yang berada dalam posisi serba salah menghadapi kelakuan mahasiswa.

Kejadian tersebut justru semakin menumbuhkan jiwa kritis Wartawan Gema. Walaupun sempat vakum selama 2 tahun (2001-2003), Gema kembali bangkit dengan mengadakan DIKLAT Jurnalistik I se-Kota Padang yang melahirkan jurnalis-jurnalis baru. Disinilah babak baru dari perjalanan Pers Kampus FHUA dimulai.

Saat kepemimpinan Reni Sunarti (Pemimpin Umum Tahun 2003) Gema ikut serta dalam peliputan berita demo-demo akbar, salah satunya Demo tolak pesangon DPRD Sumbar dan bahkan berhasil mewawancarai Ketua Anggaran DPRD Sumbar secara Ekslusif. Selain itu beberapa wartawan Gema pernah magang di Harian Lokal Padang Ekspress dan diserahi tanggung jawab untuk mengisi satu kolom penuh.

Eksistensi Gema tidak sampai disitu, pada kepemimpinan Risfa Neltasia (Pemimpin Umum 2005-2006), Gema semakin disorot. Bahkan pada demo kenaikan BBM, wartawan Gema dapat masuk kedalam Kantor Gubernur yang dijaga ketat oleh petugas keamanan. Hal ini membuktikan bahwa wartawan Gema dapat disejajarkan dengan wartawan lainnya. Dan saat kepemimpinan Netha pula, wartawan Gema berhasil melakukan Wawancara Ekslusif dengan Bagir Manan dan Dubes RI untuk Ethiopia.

Namun dalam 2 tahun belakangan ini semenjak tahun 2008 gema sempat fakum dan hanya menerbitkan buletin beberapa kali. Dan pada saat sekarang ini dibawah pimpinan Eko Kurniawan (Pemimpin Umum 2010-2011) Gema Justisia perlahan mulai bangkit kembali melakukan liputan-liputan berita, melakukan kunjungan-kunjungan keberbagai media cetak dipadang serta organisasi-organisasi pers kampus lainnya yang ada di Universitas Andalas dan universitas lainnya dikota Padang. Selain itu Gema Justisia juga aktif dalam berbagai kegiatan, seperti Diklat Jurnalistik tingkat Universitas. Semenjak maraknya bergulir jurnalisme online pada zaman sekarang ini, alhamdulilah Gema Justicia telah mencoba ikut hijrah ke sistim online dengan menyajikan kabar yang aktual-cepat sampai ke pembaca.

Mungkin ini hanyalah sekelebat kata-kata yang terdengar klise. Tiada maksud lain, kami hanya ingin memperkenalkan diri kami. Dan jika teman-teman ingin turut merasakan apa yang kami rasakan berada di Gema Justisia, bergelut di bidang jurnalistik. Inilah saat yang tepat bagi teman-teman 2009 dan 2010 untuk unjuk gigi dan bergabung dengan kami dalam keluarga besar Lembaga Pers Mahasiswa Gema Jusitisia. Karena kita MEDIA ASPIRASI MAHASISWA CERDAS, KRITIS, DAN DINAMIS.

scroll to top