Rabu , 13 Desember 2017

Home » Peristiwa » Selamat Hari Pahlawan, Indonesia-ku

Selamat Hari Pahlawan, Indonesia-ku

November 10, 2016 5:17 pm Category: Peristiwa Leave a comment A+ / A-

Darahmu tumpah di Tanah Pusaka, jiwamu mengawal tegaknya Indonesia, Engkau pahlawanku, engkau kusuma negaraku!

Sepuluh November, sejarah besar bagi Bangsa Indonesia, diberi makna sebagai Hari Pahlawan Nasional. Sebuah ungkapan menyatakan “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya”, bangsa tanpa pahlawan bagai suatu bangsa tanpa sebuah kebanggaan. Jika kita mengulas balik sejarah,  peringatan 10 November dijadikan sebagai Hari Pahlawan karena pada zaman dulu terdapat satu momen hebat dimana terjadi suatu konfrontasi di Surabaya antara arek-arek Suroboyo (anak-anak Surabaya) melawan serdadu NICA. Sumarsono, selaku mantan dari gerakan PRI (Pemuda Republik Indonesia) pun ikut andil dalam momen tersebut. Sumarsono lah yang memberi usul kepada Presiden Soekarno untuk merealisasikan tanggal 10 November sebagai Hari Pahlawan.

Peristiwa Surabaya seringkali disebut sebagai aksi heroik, karena membantu menggembleng seluruh rakyat Indonesia. Awal munculnya hari pahlawan berasal dari hasil deklarasi kemerdekaan Indonesia oleh Soekarno dan pada tanggal 17 agustus 1945 usai Jepang menyerah pada perang Pasifik. Perang dikota Surabaya 10 November 1945 adalah pertempuran terbesar antara “Hidup atau Mati”. Inilah sejarah Revolusi Nasional Indonesia yang menjadi simbol perjuangan pahlawan Indonesia terhadap aksi kolonialisme.

Tepat 31 Agustus 1945, pemerintah mengeluarkan maklumat yang menetapkan mulai 1 September 1945, bendera Merah Putih harus dikibarkan di seluruh wilayah Indonesia. Aksi pengibaran bendera sang saka merah putih pun sampai keseluruh pelosok di kota Surabaya. Aksi heroik ini terjadi saat pejuang beraksi melakukan perobekan bendera Belanda di Hotel Yamato atau Hotel Oranye pada zaman kolonial, dan menggantinya dengan Merah Putih, peristiwa ini banyak diabadikan dalam buku-buku sejarah Nasional.

Seperti kata Bung Karno “Negara yang besar adalah yang tidak melupakan Jas Merah” Artinya tidak akan melupakan sejarah suatu bangsa tersebut. Para pahlawan rela mengorbankan hidupnya demi menjaga dan mempertahankan Negara Indonesia. Tanpa jasa mereka, kita tidak bisa menjadi bangsa dan negara seperti sekarang. Kita harus mengenang dan menghargai pejuangan, pengorbanan para pahlawan dan pemimpin bangsa yang menjadi simbol negara Indonesia. Itulah sebabnya, sejarah bangsa ini telah mendokumentasikan bahwa kemerdekaan Indonesia bukanlah “hadiah” dari bangsa lain, melainkan hasil dari perjuangan dan pengorbanan jiwa &raga para syuhada pejuang & founding fathers se-Nusantara dengan aneka ragam latar belakangnya. Mereka berjuang dan berkorban, sejak periode “merebut kemerdekaan” hingga periode kritis ketika harus “mempertahankan kemerdekaan” yang telah diproklamasikan. 

Namun sangat disayangkan, mutu peringatan itu terasa menurun dari tahun ke tahun, terutama pada generasi muda. Generasi muda  semakin tidak menghayati makna hari pahlawan. Hari Pahlawan yang selalu kita peringati hendaknya jangan hanya mengedepankan unsur seremoni belaka, tanpa menghayati nilai-nilai perjuangan yang dipesankan oleh para pahlawan ini. Sangat ironi jika peringatanhari pahlawan hanya sebatas seremoni saja tanpa mengambil teladan dari nilai-nilai perjuangan untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Pahlawan kita sekarang berbeda dan mengalami perluasan terminologi, mengalami pelebaran pengertian di suasana penuh perdamaian seperti saat ini. Pahlawan dalam artian zaman ini harus diperluas, tidak lagi seperti zaman lalu dalam melakukan penjajahan. Tetapi,sekarang adalah perjuangan melawan penjajahan di bidang lain, terutama saat menghadapi globalisasi dan berbagai gejolak sosial yang terjadi di masyarakat saat ini.

Generasi muda diharapkan bisa menjadi penerus bangsa yang membawa perubahan positif bagi bangsa di masa depan, namun banyak tantangan yang harus dihadapi. Faktor pendidikan sangat  berperan dalam menumbuhkan pengetahuan generasi terhadap pahlawan dan perjuangan bangsa. Salah satunya, yakni melalui pembelajaran mengenai sejarah bangsa dan pahlawannya.

Sebagai generasi penerus bangsa, kita patut bangga dengan perjuangan para pahlawan yang rela berkorban demi merdekanya negri tercinta ini. Maka kita wajib menghargai, mengapresiasi dan tentunya meneruskan perjuangan para pahlawan di masa selanjutnya agar tetap terjaganya keutuhan NKRI. Generasi muda hendaknya lebih kritis dan bijaksana dalam menghadapi berbagai gejolak dan persoalan bangsa saat ini, sehingga bangsa ini dapat tetap terjaga keutuhan dan kesatuannya.

Hargailah jasa para pahlawan bangsa, baik jasa mereka yang tertulis dalam sejarah bahkan jasa mereka yang namanya tak sempat tertuliskan oleh bangsa dan untuk para penerus bangsa jadilah pahlawan terbaik bagi bangsamu serta tetaplah jaga keutuhan bangsa.*jar

Selamat Hari Pahlawan, Indonesia-ku Reviewed by on . “Darahmu tumpah di Tanah Pusaka, jiwamu mengawal tegaknya Indonesia, Engkau pahlawanku, engkau kusuma negaraku!” Sepuluh November, sejarah besar bagi Bangsa Ind “Darahmu tumpah di Tanah Pusaka, jiwamu mengawal tegaknya Indonesia, Engkau pahlawanku, engkau kusuma negaraku!” Sepuluh November, sejarah besar bagi Bangsa Ind Rating: 0

Leave a Comment

scroll to top